Tantangan menghadang, Metode Pendidikan Kristiani Harus Lebih Kreatif!


KABAR BAIK - Robin Aritonang telah mempersiapkan diri sejak pagi. Matahari sudah menyingsing ketika ia harus berangkat menuju sekolah. Pekan ini ia harus mengajar tiga sekolah di Bantul, Yogyakarta. Sebagai seorang mahasiswa dan aktifis di Yogyakarta, kegiatannya terbilang cukup padat pada minggu itu. 

Kepada kabarbaik.net Robin menceritakan kegiatan belajar-mengajar yang ia jalani di sekolah. Murid-murid dengan ragam karakter dan sifatnya tampak saling berbaur satu sama lain. Ada siswa yang cukup menonjol tetapi ada juga siswa yang harus dikeluarkan dari sekolah karena guru tidak sanggup lagi menghadapi murid ini.

Baca juga: Menabur Inspirasi Dalam Suasana Represi

Dalam proses belajar mengajar, Robin mengamati sebagian murid dalam mata pelajaran Agama Kristen mampu untuk memahami materi yang ia sampaikan. Namun, ada juga murid-murid yang kesulitan dalam memahami materi dari guru-guru yang tergolong usia tua.

“…metode mengajar harus kreatif, jangan ragu untuk membawa peraga sederhana,” demikian ungkap Robin ketika harus menjelaskan cara mengajar yang mengasyikkan.

Para guru muda dituntut untuk tidak canggung memberikan cara-cara segar mengajar. Murid harus didekati dan bukan untuk dimarahi. Mereka punya hati yang dapat disentuh.

Dengan kreatifitas, murid-murid akan memahami materi pendidikan agama Kristen yang selama ini tidak begitu menarik pelajar kristiani. Kreatifitas kemudian menjadi kunci keberhasilan belajar-mengajar. Kiranya para guru senantiasa kreatif.

Tantangan menghadang, Metode Pendidikan Kristiani Harus Lebih Kreatif! Tantangan menghadang, Metode Pendidikan Kristiani Harus Lebih Kreatif! Reviewed by Kabar Baik on 9:36:00 PM Rating: 5
Powered by Blogger.