Menabur Inspirasi Dalam Suasana Represi


KABAR BAIK - Hidup dalam tekanan kadangkala membuat situasi pikiran menjadi kalut. Orang jadi susah untuk berpikir jernih. Bisa saja, sebagian orang memilih jalan pintas yang dianggap sebagai satu-satunya solusi. Bunuh diri dan bunuh orang lain adalah contoh bagaimana orang harus mengakhiri suatu masalah dengan menimbulkan masalah baru. 

Dalam dunia anak-anak muda kita, yang mereka kini dikenal sebagai generasi milenial, hiburan telah banyak. Sumber inspirasi ada di mana-mana. Namun, depresi dan tekanan ternyata tetap ada. 

Namun ternyata, kondisi banyak tekanan itu bukanlah alasan untuk menghentikan kreatifitas. Banyak tokoh dalam kitab suci yang tetap berkarya sekalipun dirinya ada dalam tekanan bahkan ada dalam penjara yang sesak.

Baca juga: Tembok Bagi Rumah Ibadah Kita, Pentingkah?

Kita lihat misalnya Yusuf dalam penjara kerajaan Mesir. Ia menginspirasi orang-orang dalam Penjara seperti tukang roti dan juru minuman istana. Karena mimpinya, Yusuf masih bisa memberitahu orang-orang akan apa yang akan terjadi. Dalam penjara, mimpi memang tidak boleh padam.

Sosok lain yang bisa kita lihat adalah Rasul Paulus. Sosok satu ini dikabarkan menulis surat dari dalam penjara. Penjara yang sesak dan serba kekurangan itu dijadikan Paulus sebagai lading inspirasi tiada batas. 

Dalam penjara, Paulus masih menulis surat yang masih terpelihara hingga sekarang ini. Maka kita bersyukur hidup bebas dan masih boleh melakukan kreatifitas. 

Menabur Inspirasi Dalam Suasana Represi Menabur Inspirasi Dalam Suasana Represi Reviewed by Kabar Baik on 8:32:00 AM Rating: 5
Powered by Blogger.